Statistik disebut juga dengan numerical description karena banyak berhubungan dengan angka. Misalnya jumlah penduduk di suatu wilayah, pergerakan indeks bursa saham, dan sebagainya. Dalam dunia usaha, statistik juga sering diasosiasikan dengan sekumpulan data, seperti pergerakan tingkat inflasi, biaya promosi bulanan, jumlah pengunjung suatu toko dan sebagainya. Tetapi, selain merupakan sekumpulan data, statistik juga dipakai untuk melakukan berbagai analisis terhadap data, seperti melakukan peramalan (forecasting), melakukan berbagai uji hipotesis dan lainnya.
Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif adalah metode statistik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menyajikan data melalui cara yang informatif. Statistik deskriptif dimulai dengan pengumpulan data, pengolahan, dan penyajian data. Penyajian data tersebut dapat berupa tabel, diagram, ukuran, ataupun gambar.
Statistik deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan dan peringkasan data, serta penyajian hasil peringkasan tersebut. Data statistik yang bisa diperoleh adalah dari hasil sensus, survei atau pengamatan lainnya. Data tersebut harus diringkas dengan baik dan teratur, baik dalam bentuk tabel atau persentasi grafis, sebagai dasar untuk mengambil keputusan (Statistik inferensia). Teknik yang biasa digunakan dalam statistik deskriptif ialah:
1. Distribusi Frekuensi.
2. Persentasi grafis seperti histogram, pie chart, dan sebagainya.
3. Mencari Central Tendency seperti Mean, Median, dan Modus.